Subhan Z. E.


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Perbincangan di Facebook tentang foto ini:

Akhmad Sahal sosok NU gaul…

Rafina Harahap NU turut membantai terduga PKI bukan? Gus Dur sudah minta maaf, setali tiga uang mengakui bhw NU terlibat pembantaian. Romo Magnis yg saat itu masih muda (frater?) cerita betapa mencekam kehidupan di Jawa Bali pasca jatuhnya Sukarno. Ngeri :(

Joss Wibisono Jang misih blom mintak mangap disosorin itu orang2 katulik. Mereka bilangnja kita gak ikutan nembak, kita paling2 tjumak pigang stronkingnja (petromax). Djelas NU gak sendirian. PMKRI djuga ikutan. Mesti didesek tuh supaja katulik djuga mintak mangap. Koran Kempes, sebagai swara katulik, djuga ikutan terlibat.

‘Hend’ P Astoro Lanjut Rid..

Kelopak Semata Aku dalam posisi yang memaafkan hahahaha….

Hilmar Farid perhatikan juga di sebelahnya tergeletak buku ‘defiance mountain’ karya frank bonham, penulis cerita western terkenal. dalam filmnya joshua oppenheimer tentang preman yang terlibat pembunuhan 1965-66 image koboi juga sangat menonjol

Har Wib yang belum pernah liat lukisannya Sudjojono: “maka lahirlah angkatan 66” http://ninghapsari.multiply.com/photos/album/91/S_Sudjojono#photo=5

Har Wib Fay, kalo punya videonya Joshua Oppenheimer ‘Show of Force’ (2007) atau bukunya Film, Ghosts and Genres of Historical Performance in the Indonesian Genocide mau dong kopikirinya..?

Misbach Tamrin Memang begitulah,ketika itu,sesuai dg pengakuan otokritik Gus Dur, kaum Nahdiyin,termasuk Banser dan Ansor merasa dikibulin oleh militer sayap kanan.Bahkan beliau menyatakan minta maaf thd korban.

Hilmar Farid Keterangan menarik dari Yusuf Hasyim soal pembentukan Banser NU: “Kita mempelajari teori Hitler, buku Hitler yang terkenal namanya ‘Mein Kampf’ … itu teori bagaimana membawa kekuasaan, kekuatan. Jadi bagaimana Hitler membangun kekuatan Nazi menjadi bisa berkuasa. Kita berpendapat, karena komunis terlalunya ‘begitu’ di Indonesia, maka kita harus menghadapinya dengan ‘begitu’ pula. Ah, disitulah kita mendirikan Banser… itu di Mein Kampfnya Hitler itu, kita pelajari bagaimana kita membangun kekuatan masyarakat, untuk menghadapi kekuatan yang mengancam. Jadi sebenarnya Banser itu soalnya hampir sama dengan Hitler Jonker [sic! mungkin maksudnya Jugend/pemuda].” (wawancara, dimuat dalam Jeffrey Hadler, “Translations of Antisemitism: Jews, the Chinese, and Violence in Colonial and Post-Colonial Indonesia,” Indonesia and the Malay World, Vol. 32, No. 94, November 2004, hlm. 307)

Joss Wibisono Tjihuihuihui Fay. Asjik jach. Tapi djangan dikira Yusuf Hasyim orang pertama jang batja2 Mein Kampf. Sedjak tahun 1930an udah ada Fay jang menggandrungin Hitler dan Mein Kampfnja. Kalow gitu Banser itu sama dengan HJ jach?

Hilmar Farid menurut pendirinya begitu, joss. di situsnya ansor YH mengaku sebagai pemegang komando di tingkat pusat, sementara ideolognya mahbub djunaidi. http://gp-ansor.org/88-05022006.html

Joss Wibisono Sudah saatnja dilakukan studi terhadap pelaku, djadi bukan terus2an korban 65. Pelaku djuga penting ditulis lho Fay.

Hilmar Farid setuju banget joss, masalahnya memang bahan masih sangat terbatas. belum banyak kesaksian seperti YH yang keluar

Ted Sprague Menarik melihat bagaimana kekuatan reaksioner lebih paham mengenai perebutan kekuasaan lewat kekuatan di jalanan daripada tetua-tetua PKI yang terlena dengan parlementerisme.

Citu Rahadian Sulit gak Fay nembus para Banser ini kalau mau buat penelitian? Atau udah ada yang pernah coba? Pernyataan YH tentang Hitler itu menarik sekali.

Bonnie Triyana Pak Ud aje baca Mein Kampf… pegang bedil jadi lumrah…. dredededededededee…aaaaaaaaaaaaa mampus dah semua….

Hilmar Farid ‎Citu Rahadian soal itu bisa tanya ke Tri Chandra Aprianto

Hilmar Farid ‎Bonnie Triyana kalau pak ud mah emang serdadu, dulunya laskar hizbullah yang mangkal di jombang. lawannya pasukan van der plas di jawa timur. abis re-ra dia masuk TNI, dapet pangkat letnan satu

Tedjabayu Sudjojono Marah Djibal atau nama aslinya Mohammad Jufri mengaku secara lisan kepada saya bahwa dia diminta oleh Pak Ut untuk masuk LEKRA lewat jalan panjang. Dia masuk sekolah menggambarnya Sudjojono di Bangiredjo Taman 20 Yogya, murid melukis yang berbakat, menjadi anggota Seniman Indonesia Muda (SIM), masuk LEKRA Yogya, ditarik ke Jakarta Cidurian 19, menjadi ketua Lembaga Senirupa secara nasional. Ikut gerakan para militer 1968 yang gagal itu (peristiwa Blitar Selatan), ditangkap, diperiksa, menjadi interogator yang hebat dan akhirnya meninggal. Mungkin teman2 eks Plantungan pernah bertemu di sana. Saya bertemu setelah pulang dari Buru.

Bonnie Triyana Bang Fay, ada kabar beredar kalo Subchan mampus dibunuh. Bener gak tuh?
Aboeprijadi Santoso Menarik ini. Share ya, Fay..
Ollabahim Yob angkatan 66 dibekingabri
Bonnie Triyana Angkatan (Darat) 66
Wong Chilik ‎..mirip preman ya..angkatan 66..ko seneng pegang senjata??..sorri..
Slamet Amex Thohari subhan ZE orang kudus!
Hilmar Farid ‎Bonnie Triyana subchan akhirnya emang gak kompak sama harto setelah 1966, dan juga bikin pusing orang NU sendiri. alasan untuk membungkam dia jelas ada, apalagi banyak tokoh NU juga jadi sasaran waktu fusi partai dan pemilu 1971. tapi belum ada yang bikin penyelidikan sampai sekarang. mungkin Yoyok Markijok punya info?
Hilmar Farid ‎Aboeprijadi Santoso silakan! sekalian nyambung pertanyaan Har Wib soal filmnya joshua. gue juga belum pernah lihat tapi kelihatannya di eropa udah beredar agak lama ya. udah pernah lihat?
Aboeprijadi Santoso  Ada yg tahu seberapa militan (ideologis) & terorganisir Ansor pra 1965? Semilitan Hitler Jugend? HJ ini udah berdiri 20 th sebelum Holocaust, menjadi organisasi pemuda tunggal, keanggotaannya wajib pd 1936, bahkan menjadi semacam sekolah, didahului Deutsches Jungvolk (utk usia 10-13, semacam TK & SDnya).http://www.historylearningsite.co.uk/hitler_youth.htm. Kayaknya Benny Moerdani yg pernah bercita2 bikin sekolah menggembleng pemuda ‘patriotis’ semacam ini ..
Tri Chandra Aprianto Bang Hilmar Farid, soal penyelidikan tentang NU di tahun-tahun 1969-1973 sedang dilakukan. beberapa anak muda NU sedang kumpul-kumpul dokumen soal itu. tks
Pandu Ganesa

Tanya: Di mana ada (hamparan) rawon terbesar di dunia? Jawab: Di Sungai Brantas Kediri, tepatnya di bilangan jembatan di tengah kota sepanjang 100 meter. Pada musim kemarau 1966, mayat-mayat, berpuluh, beratus, mengapung, membusuk, membengkak, menguning, sebagian besar tanpa kepala, banyak yang tersangkut di fondasi jembatan. Berbilang hari, minggu, bulan. Tak ada urusannya dengan Suharto di sini, hanya balas dendam saja masalah tanah dan sengketanya. Fantastis!
Emalia Iragiliati Sukarni salah satu tokoh NU yang sangat kharismatik and awesomely handsome…. sayang beliau cepat meninggal… pizzzz
Emalia Iragiliati Sukarni hah…. sulit bila anda di dalam lingkaran dimana waktu kejadian 65 meletus, posisinya di jakarta dan papa di penjara kejaksaan agung sejak pertengahan ’64.. hem…. merdeka fay.
Tri Chandra Aprianto ayo masa lalu jangan dilupakan….
Irwan Firdaus ‎Aboeprijadi Santoso Toss maksudmu “Sekolah Taruna Nusantara” toh.. itu sudah berdiri sejak hampir dua dekade silam..